BAB 5
MOMEN, KEMIRINGAN DAN KURTOSIS
A. Momen
Misal
diketahui variabel X dengan harga X1, X2, X3 . . . . Xn.
Jika A sebuah bilangan tetap dan r = 0, 1, 2, 3, maka momen di sekitar A disingkat m’rdidefinisikan oleh
Dengan
Untuk
menghitung momen disekitar rata-rata, untuk data dalam daftar distribusi
frekuensi, kita lakukan sebagai berikut:
TABLE 5.1:
Table pembantu untuk mencari m
|
Data
|
f1
|
Ci
|
f1Ci
|
f1C12
|
f1C13
|
f1C14
|
|
60 – 63
64 – 67
68 – 71
72 – 75
76 – 70
|
5
18
42
27
8
|
-2
-1
0
1
2
|
-10
-18
0
27
16
|
20
18
0
37
42
|
-40
-18
0
27
64
|
80
18
0
27
128
|
|
Jumlah
|
100
|
15
|
97
|
35
|
253
|
Dapat
dihitung :
Jadi Varian S2 =
m2 = 15,16
B. Kemiringan
Kurva distribusi
normal, yang tidak terlalu rucing atau tidak terlalu datar.
Dinamakanmesokurtik,
kurva yang runcing
dinamakan leptokurtik sedangkan yang datar disebutplatikurtik.
Salah satu ukuran
kurtosis ialah koefisien kurtosis, diberi simbol a4, ditentukan dengan rumus a4 = (m4/m)
Kriteria yang
didapat dari rumus ini ialah:
a)
a4 = 3 à Distribusi
normal
b)
a4 > 3 à Distribusi
yagn leptokurtik
c)
a4 < 3 à Distribusi
yang platikurtik
Untuk
mengetahui apakah distribusi normal atau tidak sering pula dipakai koefisien
kurtosis persentil, diberi simbul:
Dimana
K1 dan K3 telah kita hitung; K1 = 81,676 dan K3 = 61,75, adapun datanya telah
disusun dalam daftar sebagai berikut:
|
No
|
Nilai Ujian
|
Fi
|
|
1
2
3
4
5
6
7
|
31 – 40
41 – 50
51 – 60
61 – 70
71 – 80
81 – 90
91 – 100
|
3
5
10
16
24
17
5
|
|
Jumlah
|
80
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar